Seni & Budaya

Ujung, Kesenian Yang Hampir Punah

Administrator | Senin, 03 September 2012 - 17:40:05 WIB | dibaca: 236 pembaca

Kesenian Ujung

Reporter : Lutfia Amerta Sanjiwani

Lumajang,pedomannusantara.com- Suara khas alunan musik Jawa Timuran terdengar kian keras, diatas panggung terlihat dua orang laki-laki bertelanjang dada dengan memang rotan dan saling memukul diantara keduanya. Namun apa yang kita lihat bukanlah suatu perkelahian akan tetapi adalah suatu aktraksi seni yang diberi nama Ujung. Para penonton pun berjubel memenuhi panggung yang menjadi arena pergulatan pemain Ujung, Ujung, diselenggarakan di halaman rumah Wahyudi di desa Selok Anyar, Pasirian ini. mereka pun saling berteriak memberikan semangat kepada para peserta.

Atraksi ini sering kali di temui di Lumajang ketika ada acara bersih desa ataupun untuk meramaikan pesta pernikahan dan acara sunatan. Peserta yang ikut memeragakan kesenian ini selepas turun dari panggung mereka adalah dua insane yang tidak saliing mendendam karena apa yang meraka lakukan hanyalh sebuah permainan saja. Dalam aturan permainan ini  peserta dengan luka pukulan paling sedikit itu menjadi pemenang.  Dan dalam acara kali ini siapa pemenangnya akan mendapatkan hadiah berupa kaos. Sebelum tampil dipertunjukan ujung biasanya peserta sebelumnya melakukan latihan terlebih dahulu dengan menggunakan pelepah pisang.

" Pada permainan Ujung ini para peserta tidak boleh memukul bagian-bagian yang dianggap berbahaya seperti leher, kepala, dan  dan lengan sedangkan bagian tubuh yang diperbolehkan adalah bagian punggung”ujar Bayu yang merupakan salah  satu anggota tim Ujung dari desa Tambahrejo, Kecamatan Candipuro.

“ Saya tidak tahu pasti sejak kapan acara kesenian ujung ini digelar dan dijadikan sebagai salah satu kesenian, dan seiring dengan perkembangan zaman kesenian ujung ini harus dilestarikan," papar Bayu kepada Pedomannusantara.com.

Menurut Bayu kesenian ujung ini, siapa saja boleh ikut baik tua maupun muda dan tentu saja musuhnya nanti akan disesuaikan dengan usia para pesertanya. " Untuk saat ini kesenian ujung ini mulai tergeser dan kami pun hanya pada saat-saat tertentu saja melakukan pertunjukan dan pertunjukkan itu pun terkadang hanya saat acara bersih desa”papar Bayu. (lut/red)












Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)