Ekonomi

Pengamen Jalanan....Riwayatmu kini!!

Administrator | Minggu, 19 Juni 2011 - 15:45:12 WIB | dibaca: 217 pembaca

Reporter : Agus sholeh

Lumajang (suaranusantara.com)- Fenomena pengamen yang dulunya banyak di jumpai di kota-kota metropolis seperti Surabaya, kini sudah merambah ke kota-kota kecil, seperti kabupaten Lumajang. Hal ini bisa terlihat di kawasan terminal Minak Koncar  Wonorejo kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang.

Pengamen merupakan salah satu kelompok pinggiran yang merupakan akibat perkembangan kota yang tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang seimbang.Seperti yang di utarakan Shodik (29) salah satu pengamen yang berada di kawasan terminal, asal desa Wonorejo kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang kepada suaranusantara.com minggu (19/06/11) sulitnya mencari pekerjaan di kota  membuat dirinya stres, apalagi ia cuma bermodal ijazah SMP. Dirinya merasa nyaman dengan mengamen karena tanpa kerja keras, hanya menyayi sudah dapat uang, “pekerjaan ngamen nyantai,Cuma nyayi dapat uang” ujarnya.

Pekerjaan mengamen ini baru dijalaninya selama 8 bulan. Penghasilannya bisa mencapai 30 ribu disaat ramai, tetapi kalau sepi paling cuma  20 ribu. ”hasilnya lumayan, cukup untuk makan’, ungkap pria yang sudah puya satu anak ini.

Hal senada juga di sampaikan Wanto (22) yang kesehariannya mangkal di tempat pemberhentian bus sebelah utara terminal minak koncar, dirinya mengamen dikarenakan bingung mencari pekerjaan. Akhirnya ngamen menjadi salah satu solusi yang bisa menghasilkan  uang. “ ketimbang mencuri mas, ngamen aja” pungkasnya.

Melihat kondisi pengamen saat ini kepedulian pemerintah sangat diharapkan untuk memberikan mereka  keterampilan sehingga bisa di aplikasikan. Disamping pemberian ketrampilan ini pemerintah diharapkan untuk mengatur ketertiban para pengamen yang semakin banyak. (gus/sur)          
  

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)