Sejarah

Marsam, Dari Seinendan Ke BKR

Mansur hidayat | Sabtu, 10 November 2012 - 20:24:14 WIB | dibaca: 202 pembaca

Reporter : Lutfia Amerta Sanjiwani. Lumajang, Wajah yang mulai keriput menunjukkan bahwa usia Marsam (87) tidak lagi muda. Walaupun usia yang tak lagi muda, kakek tua yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang petani ini masih dengan lancar menceritakan bagaimana kisah 10 November 67 tahun yang lalu.

“Saya dulu sewaktu menjadi BKR di kirim ke pertempuran di Surabaya, saat itu kekuatan Inggris besar sekali. Saya dan teman-teman hanya mengandalkan peralatan seadanya”tutur Marsam kepada Pedomannusantara.com. “Hampir semua rakyat Surabaya saat itu turun untuk membantu para tentara RI, mereka sudah tidak memperdulikan nyawa berjuang demi melawan Inggris dan sekutunya”papar kakek yang dulu pernah bergabung dengan Seinendan.

Menurut Marsam peperangan yang berlangsung hampir di seluruh Surabaya itu menelan banyak korban jiwa baik dari anggota BKR maupun warga sipil. “Kami hampir terdesak oleh kekuatan Inggris yang begitu besar, tapi kami juga mendapat bantuan dari wilayah yang lain. Akan tetapi Tuhan masih membantu kita dan berhasil mengusir pasukan Inggris”jelas Marsam.

Ketika perang pertempuran Surabaya berakhir dan situasi Surabaya sudah mulai terkendali para pejuang yang berasal dari daerah pun kembali ke daerahnya. “Usai pertempuran di Surabaya kami pun kembali ke daerah masing-masing dan tugas kami pun berganti mempertahankan daerah supaya tidak jatuh ke tangan sekutu”urai Marsam.

Kakek tua yang kini mendiami sebuah rumah sederhana yang berada di Dusun Duren, Desa Dawuhan Lor Kecamatan Sukodono, Lumajang ini memilih menghabiskan masa tuanya dengan menjadi seorang petani. Hanya piagam penghargaan dengan tulisan legiun veteranlah yang menjadi tanda bahwa kakek tua ini pernah menjadi seorang pejuang.

“Ketika Indonesia sudah benar-benar merdeka dan sudah stabil saya memutuskan untuk mundur menjadi tentara dan menikmati kemerdekaan yang sudah susah payah kita peroleh”terang Marsam. Bagi Marsam di saat ini, sudah tidaklah sesulit masa dia perjuang dulu. Dia berharap generasi muda saat ini mampu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif (lut/ron/red).










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)