Warta Lumajang

KUA Tak Boleh Narget Harga Nikah

Administrator | Kamis, 02 Februari 2012 - 19:58:02 WIB | dibaca: 246 pembaca

Reporter : Babun Wahyudi
 
Lumajang- Adanya survey yang menyebutkan kementrian agama merupakan lembaga terkorup, tidak boleh di tanggapi dengan kecil hati. Namun, kritik tersebut harus di buktikan dengan kinerja yang bisa menepis anggapan tersebut. Hal tersebut di sampaikan kepala Kanwil kementrian agama jawa timur, Drs H. Sujak M.Ag, saat memberikan pembinaan di hadapan ratusan pegawai  kantor kemenag Lumajang, Kamis (02/02/2012), di pendopo Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, yang menjadi sorotan adalah biaya nikah yang di anggap lumbung korupsi. Kementrian agama pusat, sedang mencari solusi terhadap problem biaya nikah yang menjadi sorotan semua kalangan.

"Sedang di carikan solusi yang tetapat," Ungkapnya.
 
Ia mengingatkan, semua pegawai kementrian agama tidak boleh  mematok harga yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Biaya pencatatan nikah kata Sujak hanya 30 ribu  rupiah saja. SEhingga, bila ada petugas pencatat nikah dari KUA, sampai menarget biaya pencatatan nikah diatas ketentuan itu, sebagai hal yang tidak benar.

"Biaya pencatatan nikah hanya 30 ribu rupiah," Ujarnya.

Namun sujak menjelaskan, biaya pencatatan tersebut harus di lakukan sesuai prosedur juga. Seperti, saat mencatatkan di lakukan di kantor urusan agama (KUA). Dan harus di lakukan pada jam kantor dan bukan di hari libur. Bila di beri bayaran lebih asalkan tidak meminta maka itu sah-sah saja.

"Kalau yang beri Ikhlas, ya tidak masalah," Pungkasnya.
 
Dari fakta riil di masyarakat seperti yang sering dikeluhkan, biaya pencatatan nikah di KUA, bisa tembus pada angka antara 300 ribu hingga 400 ribu rupiah. Pencatatan nikah di KUA pun selisihnya hanya sekitar 50 ribuan, yang berarti melebihi ketentuan pemerintah yang hanya 30 ribu rupiah.(yud/rpl)
 
 
Ket : Foto Ilustrasi










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)