Opini

Dunia Politik Adalah Panggung Sandiwara

Administrator | Jumat, 11 Mei 2012 - 05:08:31 WIB | dibaca: 275 pembaca

Pada tahun 1980-an sebuah grup band terkenal bernama "The God Bless" yang di komandani oleh Ahmad Albar pernah mempopulerkan sebuah lagu berjudul "Panggung Sandiwara". Lagu yang begitu populer ini kadang-kadang masih bisa kita dengarkan dalam berita-berita politik yang mengungkapkan adegan-adegan politik dari para petinggi politik negeri ini yang terkadang tidak sejalan dengan kehendak masyarakat.

Dalam kisah nyata, "Panggung Sandiwara" ini juga banyak bermunculan dimana-mana sehingga menunjukkan geliat dan kebangkitan kesusastraan dan dunia teatrikal kita. Kita melihat betapa banyak artis dan selebriti bermunculan silih berganti baik yang hanya menjual tampang maupun menjual sensasi. Semua itu telah menjadi hidangan sehar-hari masyarakat kita yang disajikan dalam program infotaintment yang sangat digandrungi.

Gebyar dunia selebriti dan infotainmet ini berujung pada kampanye yang massif akan budaya pop dan konsurisme dimanapun di negeri ini. Tidak mengherankan jika masyarakat Indonesia mulai anak-anak sampai yang dewasa lebih mengenal seorang selebriti seperti Dewi Persik, Ayu Tingting maupun yang lainnya daripada para pemimpi negeri ini semisal Menteri Pendidikan atau Menteri Pertanian. Tidak mengherankan jika para selibriti dewasa ini telah mempunyai tempat tersendiri di mata masyarakat yang telah dirasuki budaya pop tersebut.

Dalam budaya pop, ketenaran sesorang atau peran sangat dibutuhkan sehingga membuat para pemirsa terheran-heran dan takjub tanpa mengetahui proses perjalanan hidup yang dilalui. Masyarakat akan takjub pada keberhasilan seorang selebriti tanpa mau tahu bagaimana dia merintis karir yang kadang kala harus jatuh bangun dan merasakan pahit getir perjuangan karirnya. Demikian hal ini dapat kita saksikan pada saat acara audisi tarik suara maupun akting telah menarik ribuan anak muda di berbagai pelosok negeri yang membayangkan suatu kesuksesan instan.

Dalam bidang politik, dewasa ini budaya pop sudah mulai menjangkiti banyak politisi di negeri ini. Kita melihat banyak para politisi dadakan yang menyandang amanah dari rakyat untuk mensejahterakan dan menggantungkan hidupnya yang terkadang belum ditempa oleh suatu proses kaderisasi dan langkah nyata untuk pemberdayaan masyarakat ke depan. Apalagi UU Pemilu yang baru saja disahkan telah menyetujui pencalonan para wakil rakyat dengan rekrutmen terbuka. Hal ini tentu saja akan menambah persaingan parta politik untuk menambah lumbung suaranya dengan cara yang instan pula. 

Banyaknya para selebriti yang mencalonkan diri sebagai wakil rakyat yang nantinya akan menyandang amanah bagi kehidupan masyarakat tanpa melewati proses kaderisasi maupun langkah-langkah nyata pemberdayaan di masyarakat merupakan hal lumrah dewasa ini. Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh para wakil rakyat jika terpilih nantinya padahal mereka belum banyak berproses dalam kehidupan politik dan pemberdayaan masyarakat. Tidak mengherankan jika sekarang ini banyak politisi yang duduk sebagai wakil rakyat bermodalkan ketenaran sebagai selebriti maupun kesuksesan sebagai pengusaha tanpa berproses dalam penempaan kaderisasi dalam memberdayakan masyarakat. Kita hanya bisa menyaksikan sayup-sayup lagu The God Bless terdengar merdu bahwa "dunia ini panggung sandiwara". (pim)
 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)